Waktu
pertama masuk ke Darussalam ini, saya merasa gak betah banget terus sangat
nyesel masuk ke pesantren soalnya banyak kegiatan yang melelahkan juga jauh
dari orang tua, perasaan khawatir takut tidak punya teman juga terasakan. Pas
masuk ke asrama juga sangat malu soalnya banyak wajah-wajah baru, tapi saya
mencoba untuk menyembunyikan rasa malu saya.
Pada waktu itu saya di antarkan ke pesantren oleh orang tua dan kakek
nenek saya. Karena merasa khawatir takut anaknya tidak punya teman ibu saya
langsung mengenalkan saya kepada teman-teman yang sekamar dengan saya waktu
itu. Ia menitipkan saya kepada
teman-teman yang ada disana. Pada waktu
itu keluarga yang mengantarkan saya ke pesantren menemani saya terlebih dahulu tidak langsung pulang, setelah agak lama mereka pun pulang karena hari sudah siang takut nantinya sampai ke rumah kemalaman.
itu keluarga yang mengantarkan saya ke pesantren menemani saya terlebih dahulu tidak langsung pulang, setelah agak lama mereka pun pulang karena hari sudah siang takut nantinya sampai ke rumah kemalaman.
Pada sat itu saya sangat sedih karena akan
jauh dengan orang tua rasanya seperti ingin ikut kembali pulang....:( pada saat
itu mamah saya menangis karena baru pertama kali ia meninggalkan saya jauh
darinya, karena saya sedih melihat mamah saya menangis saya pun ikut menangis
sembari menenangkan mamah saya. Setelah keluarga saya pulang,saya kumpul dengan
teman- teman dikamar tapi yang baru saya kenal hanya ada satu orang yaitu
bernama Oom meliani, ia pun sama dengan saya sangat pemalu. Pada saat itu kami
hanya berdiam diri di dekat lemari masing-masing. Karena lemari saya dengan
lemari Oom berjauhan sehingga saya mau mengajak Oom mandi juga saya malah sms
karena malu dan waktu itu di pesantren diperbolehkan untuk membawa hp meskipun
hpnya hanya bisa untuk sms dan nelpon saja. Hari semakin berlalu saya pun
sedikit-sedikit mengenal teman sekamar dengan saya meskipun tidak terlalu
dekat. Tapi pada saat itu ada teman-teman yang kurang sesuai dengan keinginan
saya. Tapi saya maklum karena mungkin setiap karakter orang itu beda-beda,
malahan ada teman yang lemarinya dekat dengan saya pada saat saya sedang
membereskan lemari saya ia bilang kepada teman saya yang lain kata-katanya itu
sangat tidak mengenakan hati saya ia bilang :”hei,liat gera makananna “ terus
dijawab “lah buat apa kalo engga dikasih mah” katanya. Saya pun sangat ingin
menangis pada saat itu karena baru juga masuk udah ada yang ga suka sama saya
padahal saya ingin memberi tapi malu untuk mengasihkannya. Pada waktu itu belum
masuk sekolah tapi masih tasalam, waktu tasalam sangat lelah soalnya sangat
banyak kegiatan malahan suka sampe malem. Tapi saya tetep semangat supaya saya
lulus dalam tasalam itu. Setelah selesai tasalam kami hanya berdiam saja
dikamar karena kegiatan tasalam sudah selesai.
Pada
saat itu kami memulai puasa di pesantren, sedih rasanya baru pertama kali
berpuasa tanpa orang tua,,tapi saya tetap menjalaninya meskipun kurang
bersemangat. Saya sangat kaget ketika pertama shalat tarawih, soalnya shalat
terawihnya dimulai jam setengah 3..:( perasaan engga betah pun selalu melanda
saya,malah ada pikiran untuk pindah tetapi saya berpikir dua kali untuk itu
karena saya kasihan kepada orangtua saya yang telah membiayai saya untuk
sekolah kesini, akhirnya saya buang rasa ingin pindah itu dan saya mulai
menerima keadaan bahwa sekarang saya harus mandiri, dari situ saya berusaha
untuk bersungguh-sungguh dalam belajar, sampai hari-hari saya lewati,bulan pun
saya lewati tidak terasa pada saat itu saya menemukan kenyamanan dipesantren
ini saya merasa betah meski kadang saya merasa ingin pulang, tapi itu wajar
mungkin karena namanya juga di pesantren bukan rumah sendiri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar